4 Tips Jitu Cara Pemasaran Usaha Catering/Rantangan.


Bagi kamu yang punya rumah tapi tidak di pinggir jalan raya, kamu masih bisa membuat usaha kuliner tanpa harus memiliki rumah/tempat tinggal di pinggir jalan raya. 

Dengan modal yang relatif murah, kamu sudah bisa membuka usaha rantangan, dan pemasarannya cukup mudah, apalagi dijaman serba digital ini, yang kamu harus perhatikan hanyalah  kualitas masakan mu dan variasi menu yang ditawarkan (yang paling utama itu kualitas masakan).

Ditambah dengan banyaknya orang yang mungkin tidak bisa memasak/tidak sempat memasak (biasanya karyawan kantoran/mahasiswa), ini merupakan peluang besar bagi kamu yang mau buat usaha Catering/Rantangan ini.

Nah berikut adalah cara kamu bisa memasarkan usaha catering/rantangan kamu :

1. Lewat Online/Social Media.

Bukan suatu rahasia lagi, dijaman yang serba digital ini, kamu bisa mempermudah jangkauan pemasaran kamu. PROMOSI (DISKON), VARIASI MENU, dan FOTO MASAKAN yang menarik bisa membuat usaha kamu jauh lebih berkembang lagi. 

HARGA BUKANLAH SEGALANYA. 

Disini mindset orang Indonesia yang sering salah dan malah membuat usaha kamu bangkrut karena kamu lupa menghitung faktor lainnya selain modal, pengeluaran utilitas, kebutuhan bulanan utama, dll. 

Kamu juga harus ingat untuk memiliki margin profit (keuntungan) untuk kamu tambahkan, yaitu kebutuhan mendadak, kebutuhan buat gaya-gaya (ya pasti kita semua mau punya hp, rumah, mobil, motor, dll yang baru), kebutuhan investasi, membantu saudara yang masih dalam kesulitan, bersedekah, dll. 

Jangan mudah putus asa kalau kamu melihat ada pesaing YANG KURANG BIJAK, dengan bermain harga (menjual produk dengan harga di bawah pasar), tetap fokus untuk tetap posting, menjaga KUALITAS dan KEPERCAYAAN KONSUMEN dan aktif menawarkan di Grup-Grup jual beli Facebook, Marketplace Facebook, Aplikasi jual beli seperti OLX,dll. Instagram Stories-Post-Hashtag, dan Twitter. 

Dan juga melakukan apa yang saya sarankan di semua postingan  ini.

2. Posting Testimonial Pelanggan kamu.

Posting Testimonial bisa berbentuk apapun, dari : 

- Screenshot percakapan antara kamu dan pelanggan yang telah beli.

- Foto pelanggan kamu sambil memegang produk yang kamu jual.

- Bahkan Reorder dari Pelanggan harus tetap kamu posting.

Post di setiap Media Sosial jualan kamu, dan kalau perlu buat blog walaupun gratisan.

3. Sebar yang Flyer Simple tapi Menarik dan Berkesan.

Kamu bisa mendesain secara simple flyer kamu di Microsoft Word Sekalipun, untuk ukuran saya sarankan cukup kertas HVS tapi dibagi 4. Bagi kamu yang masih memiliki dana terbatas, jangan pernah mendesain Flyer dengan Full Color Cukup beberapa text seperti :

- Menu yang tersedia.

- Nama usaha kamu tentunya.

- Nomor telepon/WA/SMS/Semua Social Media jualan kamu.

- Promosi (Apabila kamu ingin buat harga diskon/paket bundling)

Nah dimana sebarnya? 


Kamu cukup menyebarnya di lingkungan tempat tinggal kamu terlebih dahulu, dengan cara langsung menaruhnya di teras dekat pintu mereka, tidak harus di panggil. 

Apabila mereka ada di depan, baru coba tawarkan, misalnya : “Ini Pak/Bu, kami buka usaha Catering/Rantangan, siapa tau berminat bisa nanti langsung hubungi kami di Nomor yang ada di Flyer, terima kasih” dan pergi dari sana apabila tidak ada pertanyaan lebih lanjut, jangan terlalu lama terkesima (buat seperti petugas PLN, datang, cek, terima kasih, pergi).

Dengan metode ini, Anda di harapkan bisa mendapatkan langganan hingga 100 rantangan lebih perbulannya dengan keuntungan bersih sekitar 3-4 jtan dengan hanya “menguasai”  10 Jalan di dekat rumah dia. Bayangkan kalau dia lebih melebarkan jangkauan sebaran Flyernya.

Oh iya, jangan lupa untuk menyebar Flyer dengan Frekuensi 2 Minggu Sekali, dan jangan lebih ataupun kurang, apabila kelebihan, takutnya mereka jadi muak melihat usaha Anda, dan kalau jarang, mereka akan lupa dengan usaha Anda.

4. Dari mulut ke mulut

Kalau pemasaran dari mulut ke mulut ini sebenarnya bisa tercapai apabila setidaknya Anda memiliki 20 lebih pelanggan setia, tapi sebagai catatan, apabila usaha kamu memiliki kesalahan, maka bisa dalam waktu singkat juga kejelekkan usaha Anda tersampaikan dari mulut ke mulut. Tetaplah berhati-hati dan menjaga kualitas.
Next Post
No Comment
Add Comment
comment url