5 Tips dan Cara Ampuh Memasarkan Hasil Kerajinan Tangan


Punya hobi kayu, Pottery, atau yang lain? Nah kamu bisa coba memulai usaha kerajinan tangan kamu. Di Indonesia sendiri usaha kerajinan tangan sudah mencapai nilai Ekspor sebesar $1,2 Miliar per tahun 2019 (Sekitar Rp.16,8 Triliun). Bayangkan kalau kamu bisa mendapatkan pangsa pasar 0.0001% (Ya jumlah nol nya 3 dibelakang koma), kamu bisa mendapatkan omset Rp. 1,6 Miliar pertahun (Biasanya untuk kerajinan tangan bisa mendapatkan profit margin dari 30% hingga 500%), silahkan hitung sendiri keuntungan bersihnya. Daaaannnn, kamu menjadi salah satu pahlawan perekonomian Negara kita :).

Berikut adalah tips untuk memasarkan produk Hasil Kerajinan Tangan Kamu

1. Gunakan Media Sosial

Ya, lagi-lagi kamu harus menggunakan media social. Kenapa? Karena di media sosial, segala jenis pangsa pasar berkemungkinan besar menggunakan media sosial, apakah itu Facebook, Instagram, Twitter, dll.

Namun, dari hasil pengamatan saya, penjualan hasil Kerajinan Tangan paling banyak di beli melalui Facebook Marketplace, Grup jual beli Facebook, dan Instagram.

Kamu cukup mem-foto hasil kerajinan tangan kamu dengan baik (kualitas gambar cukup mempengaruhi niat beli konsumen), membuat CAPTION dan HASHTAG yang berkaitan dengan apa yang kamu jual, dan juga bisa ditambahkan beberapa hashtag yang sedang terkenal di Indonesia walaupun tidak relevan. Tujuannya agar menumbuhkan niat beli konsumen dengan konsep “jatuh cinta pada pandangan pertama”.

2. Gunakan Website atau Situs Jual Beli Lokal maupun Internasional.

Apabila kamu memiliki hasil kerajinan tangan dari hasil bumi local yang cukup eksotis dan jarang ditemukan di luar daerah kamu (misalnya kerajinan tangan dari Kayu Sonokeling ataupun Kayu eksotis dan asli Indonesia, atau setidaknya hanya paling banyak di Indonesia). 

Maka kamu bisa mencoba memposting nya di Bukalapak, Tokopedia, Shopee, OLX, dll khusus untuk lokal, dan untuk Internasional, kamu harus mempostingnya di Amazon, Ebay, Alibaba.com, aliexpress, dll.

Tentunya kamu harus memiliki dompet online internasional, ini beberapa dompet online yang saya gunakan dan legit : 

3. Titip Jual

Kamu bisa menitip hasil karya kamu itu kepada teman atau orang yang bisa kamu percaya, yang mungkin memiliki toko, dengan system bagi hasil. Agar usaha kamu juga terlihat memiliki kredibilitas, kamu bisa membuat mereka seolah-olah menjadi “Official Distributor”, ini mampu membuat konsumen lebih percaya untuk membeli hasil kerajinan tangan kamu.

4. Sistem Reseller dan Agen

Mungkin sudah banyak yang tau apa itu sistem reseller dan agen, tapi Saya jelaskan lagi cara kerjanya disini dengan singkat.

Kamu menjual paket “Beli Banyak” untuk reseller dengan harga yang bisa dijual lagi sesuai dengan harga kamu, misal harga produk kamu jual 20 rb/pcs dengan modal 10r/pcs, kamu jual dengan harga 13 rb tapi dengan minimal pembelian 10 unit misalnya. Nah kamu sudah mendapatkan keuntungan 30 rb dan juga kemungkinan kedepannya supplier kamu mau memberikan diskon langganan sehingga biaya produksi kamu bisa lebih rendah lagi. Ini yang disebut dengan `Meningkatkan Volume Penjualan`.

Sedangkan untuk agen, kamu juga bisa memberikan harga khusus, kalau bahasa kerennya agen ini “Dropshipper”

Agen menawarkan barang kamu (entah dari sosmed atau mulut ke mulut), setelah pembeli dating dan melakukan pembelian, kamu memberikan komisi keuntungan kepada agen tersebut. Menjadi agen biasanya tidak memerlukan modal sedikitpun.

Keuntungan membuat system Reseller dan Agen ini adalah Usaha kamu juga mendapatkan “Free Advertising” dari Agen dan Reseller kamu.

5. Dari mulut ke mulut (Mouth to Mouth Marketing)

Kalau pemasaran dari mulut ke mulut ini sebenarnya bisa tercapai apabila setidaknya Anda memiliki kurang lebih 20 pelanggan setia, jangan lupa, apabila usaha Kamu memiliki kesalahan, maka bisa dalam waktu singkat juga kejelekkan usaha Anda tersampaikan dari mulut ke mulut. Tetaplah berhati-hati dan menjaga kualitas.



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url