Strategi Down Selling, Up Selling, dan Cross Selling Untuk Meningkatkan Keuntungan Usaha


Strategi Down Selling, Up Selling, dan Cross Selling Untuk Meningkatkan Keuntungan Usaha


Mungkin Anda pernah mendengar tentang Down Selling, Up Selling, dan Cross Selling namun  belum mengetahui arti dan tujuannya. Strategi ini sudah diterapkan bahkan sebelum adanya bisnis online. Namun, seringkali didapati para pelaku bisnis kecil bahkan hingga bisnis yang cukup besar di Indonesia tidak menggunakan strategi ini karena mungkin sudah terlalu nyaman dengan teknik bisnis yang mereka terapkan sekarang ini. Padahal strategi ini sangat krusial untuk meningkatkan volume penjualan dan mengikat pelanggan baru.

1. Down Selling.


Down Selling merupakan strategi pemasaran dimana penjual berusaha menawarkan produk alternatif yang lebih murah dibandingkan dengan produk yang pertama kali sang calon pelanggan cari. Strategi ini lebih ditujukan agar terciptanya loyalitas pelanggan untuk kedepannya.

Seringkali strategi Down Selling digunakan pada beberapa produk elektronik seperti telepon genggam. Kita katakan HP merk X memiliki beberapa varian yang ditujukan agar calon pembeli tetap bisa memiliki HP dengan branding merk X, namun dengan harga yang lebih murah, tapi biasanya kualitas yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan dengan kualitas produk utama. 

Contoh : HP merk X Standard dengan harga Rp.1.000.000 rata-rata nilai performa 8. Dengan strategi Down Selling dari perusahaan, mereka menciptakan HP merk X Lite dengan harga Rp. 800.000 rata-rata nilai performa 6.5 ditujukan agar semakin banyaknya pembeli yang berminat untuk membeli HP merk X dengan harapan apabila pelanggan melihat performa yang cukup baik pada versi Lite, kedepannya pelanggan lebih yakin lagi untuk membeli produk dari merk X dengan kualitas yang lebih tinggi.

2. Up Selling.


Up Selling merupakan kebalikan dari strategi Down Selling, tapi biasanya Up Selling hanya ditujukan kepada calon pembeli yang menybutkan budget lebih tinggi, atau yang menginginkan performa lebih baik atau tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Up Selling biasanya juga digunakan dalam meningkatkan profit penjualan produk.

Contoh : Anda pasti pernah ke suatu restoran cepat saji dan ingin membeli eskrim, lalu pelayan menawarkan opsi tambahan berupa topping tambahan. Inilah yang disebut dengan Up Selling. 

3. Cross Selling.


Cross Selling adalah strategi pemasaran yang memfokuskan agar produk lain selain produk utama yang ditawarkan juga ikut terjual sebagai suatu paket maupun tambahan, perbedaan dari Cross Selling dan Up Selling ini terletak pada apa yang menjadi tambahan produk yang ditawarkan kepada pembeli. Pada Up Selling, produk tambahan yang di tawarkan selaras dengan produk utama seperti contoh eskrim yang disebutkan tadi. Pada Cross Selling, produk tambahan biasanya tidak harus melulu selaras dengan produk utama yang akan dibeli pelanggan.

Contoh : Kasir pada sebuah toko retail seringkali menawarkan pembelian pulsa kepada kita terlepas dari apapun yang kita beli di toko tersebut. Ini ditujukan untuk meningkatkan volume penjualan dan meningkatkan profit usaha.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url