Green Coffee Untuk Diet, Efektif dan Amankah?

Green Coffee Untuk Diet, Efektif dan Amankah?


Kopi memang menjadi salah satu minuman paling favorit di dunia dan menempati peringkat kedua setelah teh (selain air putih). Tidak dipungkiri lagi, kopi memang memiliki efek yang membuat kita terasa lebih berenergi atau lebih bersemangat karena adanya kandungan kafein pada kopi.

Beragam cara juga telah di temukan oleh manusia selama beribu tahun untuk bisa menemukan cara terbaik dan terunik serta ternikmat dalam menyeduh kopi. Mulai dari cara menyeduh tubruk yang paing umum hingga menggunakan mesin seperti espresso. 

Menjadi kurus langsing dan memiliki bentuk badan yang indah memang menjadi dambaan hampir setiap wanita di dunia ini. Tentunya agar sang "pejantan" bisa lebih melirik wanita "milik" mereka. Diet memang menjadi salah satu cara untuk mengecilkan perut atau menurunkan berat badan. Green Coffee yang diseduh diklaim bisa membantu mempercepat proses diet dan bahkan ada beberapa pemasar yang menyebut bahwa tanpa olahraga, cukup dengan minum Green Coffee ini bisa membantu menurunkan berat badan.

Pixabay : Schmucki

Sekitar 5 tahun terakhir atau mungkin 10 tahun terakhir, muncul ada "penemuan" bahwa Green Coffee alias kopi yang tidak disangrai alias masih mentah kalau diseduh bisa menurunkan berat badan dan juga membantu mempercepat proses diet.

Lalu apakah hal ini benar adanya sesuai dengan klaim mereka yang menciptakan produk green coffee ini?


Sangat Diragukan

Dilansir dari Alodokter.com, sangat sedikit penelitian yang menunjukkan hasil positif kalau green coffee bisa menurunkan berat badan. "Alasan lain untuk tetap berhati-hati mengenai manfaat green coffee untuk diet adalah kandungan asam klorogenat di dalamnya yang belum cukup memperoleh bukti ilmiah sebagai penurun berat badan." (Alodokter.com)

Dan dari beberapa artikel pada Healthline.com, memang benar adanya kalau asam klorogenat mampu membuat beberapa orang yang mengkonsumsinya mengurangi berat badan, tapi, hanya sedikit berat badan yang bisa dikurangi dari konsumsi rutin Green Coffee ini. Tapiii, bisa Anda lihat juga bahwa kalau lebih banyak sisi negatifnya dibandingkan dengan sisi positifnya.


Cukup Berbahaya

Ketika artikel lain kurang berani mengungkapkan kalau meminum green coffee ini berbahaya, kami mengatakan bahwa meminum Green Coffee ini dapat menimbulkan efek samping yang sangat signifikan terlebih lagi apabila Anda ada riwayat penyakit maag, asam lambung, dan penyakit jantung. Mengapa? Karena kadar kafein bawaan dari kopi yang belum disangrai sangat tinggi, dan kadar asamnya juga sangat tinggi. 

Bukan berarti meminum kopi juga berbahaya, tidak, hanya saja kalau kopi yang belum disangrai atau kadar sangrainya masih sangat rendah alias hanya sebentar dimasak, sesuai dengan Panduan Kadar Sangrai Kopi, maka efek samping yang ditumbulkan juga semakin besar.

Tidak percaya? Coba datang ke cafe yang menyediakan kopi Arabica dengan kadar sangrai medium, dan silahkan minum, tentunya rasa kopi terasa asam dan Anda akan merasa kopi tersebut membuat jantung Anda lebih berdebar daripada biasanya bukan? Coba bayangkan bagaimana asamnya kopi Green serta tingginya kadar kafein yang ada di kopi yang belum disangrai tersebut.

"Tapi ada perusahaan Green Coffee yang mengklaim kalau kopi mereka sudah disangrai"

Kopi yang sudah disangrai walaupun sebentar hingga ke level Cinnamon alias Light Roast, warna yang ditumbulkan apabila kopi tersebut digiling akan terlihat kecoklata walaupun sedikit.

Bisa dipastikan perusahaan tersebut melakukan kebohongan dalam menjual produknya.


Tingkat Kesterilan Yang Dipertanyakan

Pernah melihat kopi yang sedang dijemur? Ya mereka dibiarkan "duduk" di alam terbuka. Kita tidak tahu apakah ada hewan pengerat atau hewan apapun yang membantu penyebaran bakteri yang melewati tumpukan kopi-kopi yang sedang disjemur tersebut. Makanya, oleh sebab itulah kopi seharusnya di sangrai terlebih dahulu sebelum bisa dikonsumsi, selain menurunkan kadar asamnya dan kadar kafeinnya, hanya sedikit makhluk hidup yang bisa bertahan terkena panas 100 derajat celsius keatas dalam waktu 10 menit lebih. 

Green Coffee dibuat tanpa adanya proses sangrai (Alodokter.com), dan inilah yang menjadi kekhawatiran selanjutnya yang bisa menjadi bahan pertimbangan kita sebelum melakukan diet dengan bantuan Green Coffee ini.


Lebih Baik Olahraga, Puasa, atau Mengurangi Porsi Makan

Olahraga yang intensif dan teratur sejauh ini memang masih menjadi cara terbaik dan terampuh 100% tingkat keberhasilannya untuk menurunkan berat badan. Memang kita semua tahu kalau olahraga ini melelahkan, tapi disamping Anda juga membakar lemak, Anda juga bisa memperoleh bentuk badan yang lebih fit dan/atau lebih kokoh dengan berolahraga.

Bagi yang tidak suka olahraga, puasa juga bisa dilakukan, dan bukan cuma muslim saja ya yang bisa puasa, kalau bisa jangan terlalu terlalu obsesif seperti diet OCD, pelan tapi pasti juga bisa menjadi opsi terbaik Anda untuk mengurangi berat badan.

Mengurangi porsi makan sangat cocok bagi yang tidak suka berolahraga atau tidak mampu berpuasa. Caranya mudah, apabila Anda biasanya memakan nasi dengan porsi 2 sendok nasi, cukup dibuat menjadi 1,5 sendok nasi saja. Memang cara ini adalah cara yang paling lama, tapi bisa menjadi opsi paling sehat untuk Anda.


Dapat Disimpulkan

Kalau memang ada juga yang berhasil melakukan diet dengan Green Coffee, tapi dengan hasil yang tidak terlalu signifikan dan juga menimbulkan efek samping yang lebih besar ketimbang hasil yang diberikan. Sangat tidak disarankan untuk melakukan diet dengan cara yang satu ini.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url